Langsung ke konten utama

Postingan

Review Buku: Perilous and Fair: Women in the Works and Life of J. R. R. Tolkien

Penyunting: Janet Brennan Croft, Leslie A. Donovan Penerbit: Mythopoeic Press Tahun terbit: 2015 Jumlah halaman: 358 ISBN: 978-1887726016 (versi cetak) Bahasa: Inggris
Dimuat juga di The Lore Master: Blog Tolkien Indonesia.
Salah satu kritik yang sering dialamatkan kepada Tolkien adalah beliau kelihatannya hanya menulis bukunya untuk laki-laki, karena jumlah karakter wanita dalam Lord of the Rings sangat minim, dan di The Hobbit malah tidak ada (sampai-sampai para pembuat film The Hobbit menyelipkan Galadriel dan Tauriel agar tidak sepi perempuan). Lepas dari fakta bahwa kedua buku ini sudah merengkuh banyak penggemar setia baik pria maupun wanita sejak pertama terbit (dan saya sejak pertama membaca malah tidak pernah merasa hal itu harus diributkan, sampai saya membaca kritikan itu), harus diakui juga bahwa, dari segi kuantitas, keduanya memang cenderung sepi karakter wanita. Bahkan, mereka yang menyanjung Tolkien pun berusaha ‘melunakkan’ kritik mereka dengan berkata: “wajar saja, Tolkien…
Postingan terbaru

Artikel Terjemahan: Scaling Up: Review Buku "The Dragon: Fear and Power"

Catatan: tulisan ini adalah terjemahan dari ulasan Tom Shippey untuk buku karya Martin Arnold, The Dragon: Fear and Power, yang dimuat di Literary Review edisi November 2018. Terjemahan ini dibuat dengan izin dari Literary Review. Versi asli yang berbahasa Inggris bisa dibaca di sini.
Terima kasih untuk David Gelber dari editorial Literary Review yang telah memberi saya izin untuk menerjemahkan ulasan ini. 
Terjemahan artikel ini juga ada di Blog Tolkien Indonesia yang saya kelola.
“Naga bukan lamunan di siang bolong,” Tolkien menulis pada tahun 1936, tetapi “sebuah kreasi menakjubkan dari imajinasi manusia, yang jauh lebih bermakna dari gundukan harta bendanya”. Ketakjuban ini semakin meningkat selama 80 tahun terakhir. Naga memenuhi buku-buku fantasi modern, dan tidak ada yang meragukan bahwa Daenerys, Ibu Para Naga, memegang peran penting dalam semesta Game of Thrones ciptaan George R. R. Martin.
Tolkien juga berkata bahwa “naga, terutama naga sejati…sesungguhnya sangat langka,” dan …

Artikel Terjemahan: “Ini Bukan Eat, Pray, Love”: Suki Kim, antara Jurnalisme Investigasi dan Memoar

Catatan: Saya menemukan artikel ini di situs The New Republic dengan judul The Reluctant Memoirist. Artikel ini ditulis jurnalis Amerika berdarah Korea Selatan, Suki Kim, yang melakukan jurnalisme investigasi di Korea Utara, kemudian menulis buku berjudul Without You, There Is No Us: My Time with the Sons of North Korea's Elite. Akan tetapi, kisahnya tidak berjalan mulus justru ketika dia berurusan dengan penerbitnya di Amerika. Dia harus berhadapan dengan keadaan tak mengenakkan akibat statusnya sebagai jurnalis wanita kulit berwarna. Menurut saya sangat menarik, jadi saya putuskan untuk menerjemahkannya di sini. Tautan ke artikel asli saya sertakan di akhir.
Artikel oleh Suki Kim.
Ilustrasi oleh Dadu Shin. 
*****
Saat itu bulan Desember di Miami. Aku sedang menjadi panelis di sebuah pameran buku internasional, sambil merenungkan deretan peristiwa yang telah membuatku terdampar di tempat asing ini.
Aku memikirkan ketiga penulis yang duduk di sampingku; tiga wanita yang menulis memoa…

Review Novel: Dictator

Penulis: Robert Harris Penerbit: Penguin Random House UK Tahun terbit: 2015 Jumlah halaman: 520 ISBN: 9780 0995 2268 3 (versi cetak/ekspor)
Bahasa: Inggris
The Spartan statesman Lycurgus, seven hundred years ago, is said to have observed: "When falls on man the anger of the gods, first from his mind they banish understanding." Such was to be the fate of Caesar. I am sure Cicero was correct: he had gone mad. His success had made him vain, and his vanity had devoured his reason.
Trilogi Cicero (Imperium-Conspirata-Dictator) oleh Robert Harris adalah "petualangan" buat saya. Robert Harris membuktikan bahwa dia adalah salah satu master fiksi sejarah bertema Roma Kuno. Sama seperti penulis fiksi sejarah favorit saya lainnya, Mary Renault (yang menulis tentang Yunani Kuno), Harris tidak hanya menulis tentang Roma; dia menghidupkannya saat saya duduk membaca buku ini di mana saja. Rincian yang begitu mendetail tentang tempat, suasana dan bahkan aspek-aspek kepribadian terkecil …

Review Novel: Misery

Penulis: Stephen King Penerbit: Hodder and Stoughton Tahun terbit: 1987 Jumlah halaman: 320 ISBN: 978 1 84894 0895 (versi epub) Bahasa: Inggris
She gave him a disturbing sense of solidity, as if she might not have any blood vessels or even internal organs; as if she might be only solid Annie Wilkes from side to side and top to bottom. He felt more and more convinced that her eyes, which appeared to move, were actually just painted on, and they moved no more than the eyes of portraits which appear to follow you to wherever you move in the room where they hang. It seemed to him that if he made the first two fingers of his hand into a V and attempted to poke them up her nostrils, they might go less than an eight of an inch before encountering (if slightly yielding) obstructions; that even her grey cardigan and frumpy house skirts and faded outside-work jeans were part of that solid fibrous unchannelled body.
Beberapa buku baru bisa diapresiasi ketika dibaca ulang lama kemudian. Buat saya, kary…

Review Novel: The Persian Boy

Penulis: Mary Renault Penerbit: Vintage Books Tahun terbit: 1988 Jumlah halaman: 419 ISBN: 0 394 75101 9 (versi cetak) Bahasa: Inggris
The bed was ancient but grand, of painted and gilded cedarwood. And now it was time to serve him the royal Persian banquet he must be expecting from Darius' boy. I had it ready, with all the seasonings. But though in my calling I felt as old as time, my heart, which no one has trained, was young, and suddenly it mastered me. Instead of offering spices, I simply clutched him, like the soldier with the arrow wound.
Banyak yang berkomentar kalau film Alexander yang dibintangi Colin Farrell di tahun 2005 flop alias gagal total karena dua hal: kualitasnya yang rendah walau sudah menyelipkan Anthony Hopkins dan Angelina Jolie, serta aspek homoseksualitas yang terlalu diumbar. Saya tidak akan berkomentar tentang yang pertama; walau sejujurnya, lepas dari keasyikan melihat betapa tebalnya eyeliner Jared Leto yang berperan jadi Hephaistion sang sahabat masa kecil …

Novel Review: Real World

Author: Natsuo Kirino Publisher: Vintage International Year: 2008 (English-language edition) Pages: 208 ISBN: 978 0 30738 7486
The sense of danger we all feel is something my mother can't comprehend. My mother's generation still believes in beautiful things like justice and considering other people's feelings.... Mom always lectures me about not afraid of getting hurt, but all she can imagine is the kind of hurt she's experienced herself. She had no idea of the threats that surround kids these days, how much we're bullied, how much hurt this causes. 
I once read a piece of review on Natsuo Kirino’s books that said: “She should write novels that are more suitable for women.” I laughed and imagined that reviewer sitting in front of me before I shot back: “Let me tell you something: Natsuo Kirino knows her stuff, and she pens it beautifully, even if she doesn’t make another Eat Pray love copycat or whatever your definition of women's novel is.” Kirino writes books about…

Review Novel: Fahrenheit 451

Penulis: Ray Bradbury Penerbit: Simon and Schuster Paperback
Tahun terbit: 2013 (edisi ulang tahun ke-60)
Jumlah halaman: 249
ISBN: 978 1 45167 3319 (versi cetak)
Bahasa: Inggris (sudah diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka)

The books are to remind us what asses and fools we are. They're Caesar's praetorian guard, whispering as the parade roars down the avenue, 'Remember, Caesar, thou art mortal'.

Kita sering mengeluh bahwa orang sekarang lebih suka menonton TV daripada membaca buku, lebih suka mengisi otak dengan acara TV sensasional ketimbang membaca buku-buku sastra yang memerlukan imajinasi untuk memahaminya. Sekarang, bayangkan versi ekstremnya: bagaimana jika kita hidup di negara dimana buku dilarang, pemadam kebakaran dibayar untuk membakar buku, TV sensasi menjadi satu-satunya bentuk hiburan yang diijinkan, dan memiliki buku diancam hukuman mati? Itulah yang dibayangkan Ray Bradbury tentang masa depan saat menulis Fahrenheit 451, dan sama seperti prediksi Andy Warhol te…